Rabu, 10 Juni 2015

Pertumbuhan Pengguna Internet Indonesia

Banyak kalangan menilai bahwa jumlah pengguna internet di seluruh dunia akan bertambah signifikan dalam beberapa tahun mendatang.bahkan,mengacu pada data internetWorldStats,pertumbuhan pengguna internet di seluruh dunia mencapai 566% sepanjang periode tahun 2000-2012.sementara dari sisi pengguna internet, Asia merupakan penyumbang terbesar yakni mencapai 44,8% dari total pengguna internet di seluruh dunia.

Hal ini juga sejalan dengan hasil riset yang dirilis eMarketer dalam sebuah laporan terkait top 25 negara dalam hal jumlah pengguna internet tahun 2013-2018. Pada tahun 2015, jumlah pengguna internet di seluruh dunia akn melampaui angka tiga miliar dan diprediksi akan terus tumbuh.Menariknya eMarketer memprkirakan hampir setengah penduduk dunia akan terhubung ke internet pada tahun 2018.

Sama seperti yang dilansir internetWorldStats, eMarketer pun memperkirakan Indonesia dapat menyalip beberapa negara Asia lainya terkait jumlah pengguna internet pada tahun 2017. Tentu saja,pencapaian tersebut bisa menjadi mungkin jika mengingat adanya pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia yang melonjak drastis dari tahun ke tahun. Selain itu, eMarketer juga memperkirakan hampir setengah penduduk Indonesia akan menggunakan internet pada tahun 2018. Pada tahun tersebut, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 123 juta.

yasirli amri bukan pembicara internet marketing indonesia paling hebat

Pertumbuhan pengguna internet yang signifikan di berbagai negara berkembang-seperti Indonesia, secara tidak langsung dipengaruhi oleh semakin murahnya perangkat dan koneksi mobile broadband yang ada di pasaran saat ini. Mobile phone dan koneksi mobile broadband yang murah telah mempermudah dan meningkatkan akses dan penggunaan internet di negara-negara berkembang, dimana fixed internet tidak terjangkau bagi konsumen karena kurangnya infrasturktur atau biaya yang terlampau mahal.

Faktor lain yang menjadi pemicu adalah meningkatnya jumlah langganan mobile yang signifikan di Asia,dikarenakan banyaknya pengguna yang beralih dari feature phone ke smartphone. Alhasil,tahun 2012 menjadi tonggak pralihan teknologi ponsel ketika konsumen mulai beralih ke smartphone, dan perlahan namun pasti feature phone mulai terabaikan. Tak heran jika kemudian beberapa vendor seluler merangsek secara bersamaan dan agresif dalam membidik segmen ini.

Walau kategori smartphone mulai mengeliat di pasar, lembaga riset teknologi IDC pernah mengeluarkan beberapa prediksi teknologi informasi di Indonesia pada tahun 2013 lalu. Untuk kategori ponsel, IDC menilai bahwa edukasi terkait peralihan ke smartphone sudah mulai terbentuk meskipun pangsa pasar masih didominasi oleh feature phone. Penyebab saat itu adalah harga yang dipatok smartphone masih terbilang tinggi sehingga tidak dapat terjangkau oleh semua segmen konsumen. Tapi seiring banyaknya permintaan pasar, lambat laun beberapa vendor seluler pun mengeluarkan smartphone dengan kisaran harga lebih murah guna memperluas segmen pasar.

Merebaknya smartphone jelas membuat kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses internet. Berbagai situs seolah menjadi candu bagi sebagaian masyarakat, salah satunya yang menjadi perhatian adalah jejaring sosial antara lain Facebook dan Twitter. Munculnya jejaring sosial tanpa disadari telah menjadi bagian dari gaya hidup. Ini bisa dilihat dari data pengguna Facebook di Indonesia pada akhir 2014 yang menembus 69 juta pengguna. Sedangkan pengguna Twitter sampai tahun 2014 adalah 50 juta pengguna, meningkat tajam dibandingkan tahun 2012 yang hanya mencapai 19,5 juta pengguna.

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia begitu luar biasa, tak heran jika banyak marketer melihat banyak potensi dari hal ini. Mereka mulai menaruh perhatian pada penmanfaatan channel digital sebagai salah satu wadah berkomunikasi dan juga menaikkan penjualan. Masyarakat dan konsumen pun mulai menggeser pola keseharian dalam mengonsumsi sebuah produk maupun jasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar