Senin, 15 Juni 2015

Akik: Pelajaran Menarik Bagi Marketer

Setelah booming ikan Louhan, yang menciptakan komunitas penggila Louhan di Indonesia, kini bermunculan fenomena batu akik. Saking digilainya, batu akik adalah komoditi yang tahan krisis, soalnya di tengah kelesuan ekonomi orang-orang justru sibuk memburu batu yang satu ini. Banyak dari teman-teman yang tiba-tiba “beralih profesi” menjadi ahli batu akik. Baik itu seorang akuntan, lawyer, guru bahkan pemimpin sebuah perusahaan tiba-tiba merasa jago dalam soal batu akik.

Batu akik memiliki pasarnya sendiri di dalam negeri. Ini adalah kekayaan alam yang bisa ditambang, dijual dan dinikmati oleh semua orang dari berbagai kalangan. Mulai dari kelas bawah sampai kelas atas semua bisa menikmati batu akik. Bahkan batu akik menjadi salah satu souvenir paling membanggakan di perhelatan konferensi Asia Afrika lalu. Tak kurang dari Presiden Obama juga turut mempopulerkan batu akik Indonesia sejak dia memakai Batu Bacan di jari manisnya.

Pembahasan soal batu akik ini tidak hanya terjadi di warung kopi atau di pasar batu akik, namun sudah memasuki media sosial. Bahkan batu akik menjadi trending topic twitter di dunia saat muncul isu bahwa pemerintah akan menerapkan pajak untuk batu akik.

yasirli amri internet marketer indonesia

Saya bukan penggemar batu akik, namun apa yang membuat point of difference dari sebuah batu akik tentunya menarik saya. Pertama adalah jenis batunya. Salah satu yang menjadi incaran para penggemar batu akik adalah jenis Bacan yang berasal dari Pulau Maluku. Batu Bacan sendiri memiliki berbagai jenis seperti Doko dan Palamea. Kedua adalah warna, dimana jenis warna-warna tertentu sangat dicari oleh penggemar batu akik, karena mengandung estetika yang membuatnya menjadi seperti sebuah karya seni.

Ketiga adalah kejernihan. Katanya kalau semakin jernih, apalagi jika tembus cahaya dan memiliki tekstur seperti batu mulia membuat harganya tinggi. Keempat adalah potongan tertentu yang apabila terbentuk dari prose salami membuatnya mahal. Kelima adalah ukuran dan berat. Semakin berat dan besar tentu akan semakin mahal.

Sebagai seorang marketer, fenomena batu akik bisa menjadi bahan pembelajaran yang menarik tentang bagaimana menjual sebuah produk. Batu akik adalah produk yang memiliki banyak sekali varian. Diferensiasi produk yang dibeli bukan hanya didasarkan atas jenis, warna, ukuran, dan lain-lain. Batu akik biasanya di-bundling dengan ikatan cincin yang anda inginkan. Bentuk dan rupa cincin ikatan bisa menjadi diferensiasi dan menciptakan harga yang bervariasi.

yasirli amri bukan pembicara internet marketing paling hebat

Saya bayangkan cincin dan batu akik ini seperti memesan minimal di kedai milk tea. Ada berbagai macam teh yang ditawarkan seperti teh jasmine, green tea, teh dengan campuran rasa taro, jeruk, dan lain-lain. Selain itu, ada toping yang bisa anda pilih seperti jelly, pearl, dan lain-lain. Demikian pula cincin dan batu akik bisa dianalogikan sebagai basic product dan toping. Cuma dalam kasus batu akik ini, si batu (kalau boleh disebut toping) justru menjadi komponen yang paling mahal.

Menjual produk terkadang harus pintar-pintar melihat mana yang bisa menjadi main product dan mana yang bisa menjadi value added. Konsumen pada masa sekarang menyenangi sesuatu yang berbeda dan customized. Terkadang hal ini bisa menjadi peluang untuk membuat produk anda bernilai di mata konsumen. Ingat saja, toping yang anda buat secara customized terkadang begitu bernilai dibandingkan basic product.

Selain toping, hal yang bisa membuat produk anda berharga adalah konteks dari produk tersebut. Apa itu? Sebut saja cerita di balik produk tersebut, emosi yang muncul karena memakai produk tersebut, dan lain-lain. Konteks inilah yang banyak dipakai oleh para penjual batu akik.

Seperti ketika saya bertemu seorang penjual batu akik, dia begitu bersemangat menceritakan batu akik tersebut. Mulai dari asal usulnya, mitos yang menyertai batu tersebut, ajian di dalam batu, perasaan percaya diri yang akan timbul karena memakai batu tersebut, sampai soal artis-artis dan orang sukses yang memakai jenis batu tersebut.

Nah, kira-kira anda mau tidak merogoh kantong anda lebih dalam untuk cerita-cerita tersebut?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar