Kamis, 11 Juni 2015

Advertising Spending Indonesia – Traditional Versus Digital

Digital marketing merupakan hot topic di dunia marketing Indonesi saat ini, namun bagaimana porsi digital advertising spending versus traditional advertising spending?

Jika anda seorang marketer yang bertugas mengelola budget marketing perusahaan, berapa besar budget advertising yang akan dialokasikan untuk digital advertising? Apakah seluruh budget akan dialokasikan untuk digital? Apakah X persen dari budget marketing perlu dialokasikan sebagai budget digital? Berapa besar X persen itu, apakah 1%, 5%, 30%, 50%, atau 100%?

Beberapa perusahaan e-commerce di Indonesia mengatakan bahwa 100% budget marketing mereka dialokasikan untuk digital advertising spending. Ada juga perusahaan yang mengakui bahwa kurang dari 3% budget marketing yang dialokasikan untuk digital advertising spending. Hal ini menunjukkan dua sisi ekstrem pengalokasian budget digital advertising di Indonesia.

yasirli amri bukan pembicara internet marketing indonesia paling hebat


Seorang marketer harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perilaku konsumennya. Marketer dituntut untuk memahami buying process konsumen dan mengerti bagaimana membentuk persepsi konsumen dengan menggunakan media dan channel yang tepat sesuai dengan media consumption.

Marketer dapat menggunakan cara “Objective Based Method”. Apa yang menjadi tujuan dari marketer dan apa upaya yang diperlukan untuk memenuhi objective itu. Jadi untuk membangun brand awareness, brand image, hingga sales, berapakah besar traditional advertising dan digital advertising yang diperlukan?

Tentu akan sangat sulit untuk mengalokasikan budget denan tepat tanpa disertai data total media advertising spending dan data digital advertsising spending di Indonesia.

Marketer juga dapat memperoleh data-data ini dari interactive tools yang diciptakan oleh eMarketer. Tools ini akan membantu marketer di Indonesia untuk memperoleh data total media advertising spending, data digital advertising spending dari negara Indonesia, Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, Norwegia, Rusia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, UK, dan Amerika Serikat.

Apakah budget digital marketing di Indonesia akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang?

Forecast eMarketer menyatakan bahwa digital advertising di Indonesia pada tahun 2015 adalah US$830.000.000 atau 7,26% dari total budget advertising—US$11.400.000.000. Hal ini menunjukkan bahwa budget traditional media masih mendominasi dengan 92,74% atau senilai US$10.600.000.000.

Di tahun 2018, apakah porsi digital advertising speding akan melampaui traditional advertising spending? eMarketer memperkirakan bahwa traditional media masih mendominasi, yaitu sebesar 79,6% (US$13.700.000.000) dibandingkan 20,4% (US$3.510.000.000) untuk digital advertising spending.

Data-data eMarketer juga menyatakan bahwa digital advertising spending Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh secara signifikan.

Fenomena perubahan channel advertising spending merupakan hal sangat menarik untuk dicermai. Marketer akan mengikuti perubahan perilaku konsumen kemudian menentukan channel advertising mana yangdapat memberikan dampak paling signifikan untuk membentuk persepsi konsumen. Kecepatan perubahan alokasi advertising spending akan dipengaruhi tiga kelompok, yaitu konesumen, marketer, dan agency.

Jadi apakah suatu hari nanti sebagian besar marketer di Indonesia akan mengalokasikan lebih banyak budget untuk digital media daripada traditional media?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar